Halaman

Minggu, 09 Oktober 2011

ES KRIM TOP DUNIA


Dairy Queen

Berawal dari J.F McCulllough dan anaknya Alex, yang mendirikan perusahaan es krim rumahan pada tahun 1927 di Iowa, Amerika Serikat. Pada tahun 1930-an tepat ketika perusahaan ini pindah ke Illinois, McCulllough pengen tekstur es krimnya lebih lembut, tapi rasanya tetap enak. Resep impian McCulllough berhasil ditemukan. Tapi masalahnya, es krim bertekstur lembut membutuhkan kulkas super dingin. Padahal saat itu mencari kulkas saja susah banget. Akhirnya, kedua ayah dan anak itu menitipkan es krim mereka pada Sherb Noble, seorang pemilik restoran yang punya kulkas impian McCulllough. Es krim itu dijual seharga 10 sen, all you can eat! Dalam dua jam, es krim itu laku keras. Strategi itu dijalankan McCulllough selama bertahun-tahun.
Tahun 1940, McCulllough bareng Sherb Noble mendirikan Dairy Queen (DQ). Dalam dua tahun , delapan gerai DQ dibuka. Tahun 1949, mereka meluncurkan seri malts dan shakes-nya. Yang spektakuler adalah pada tahun 1984, Dairy Queen berhasil membuat produk andalan yang terkenal sampai sekarang yaitu Blizzzard. Dalam setahun terjual 100 juta Blizzard, yang merupakan perpaduan es krim dengan berbagai permen dan snack seperti Oreo, Snickers, M&M’s atau Butterfinger dalam satu cup.

Blue Bunny

Kisah Blue Bunny berawal dari sejarah keluargaFred Wells Jr, bersama istri dan orang tuanya yang tinggal di daerah Le Mars, Iowa. Setelah wabah kolera yang menewaskan ternak mereka, di tahun 1913, keluarga Wells beralih jadi pembuat susu. Dalam waktu singkat , mereka menjadi distributor susu terbesar di Le Mars. Setelah mengecap sukses, di tahun 1920-an, mereka mulai memproduksi es krim. Tahun 1925, es krim mereka sudah tersebar di empat kota, dengan nama perusahaan Wells’ Dairy.
Tahun 1935, Wells’ Dairy berencana membuat label khusus es krim. Mereka membuat sayembara ”Name That Ice Cream” bagi siapa yang bias memberikan nama untuk produknya itu. Adalah George Vanden Brink, seorang seniman yang memenangkan sayembara itu dengan nama Blue Bunny, lengkap dengan logonya kelinci biru.
Karena berawal dari produsen susu, maka Blue Bunny unggul dalam produknya yang terbuat dari  bahan baku susu seperti Frozen Yoghurt dan Sherbet. Selain itu es krim berbentuk loli  dan pie juga sangat disukai. Tahun 2009 lalu, Blue Bunny meluncurkan Aspen, yaitu yoghurt prebiotik dilapisi topping dan dibungkus dengan saus vanilla dicampur dengan granola, dalam bentuk snack bar. Blue Bunny adalah label pertama yang memadukan tiga bahan baku tersebut.

Carvel

Didirikan oleh Athanassios Karvelas, pria yang sempat didiagnosa menderita kanker. Setelah diketahui bahwa diagnose itu salah, lelaki yang kemudian dikenal dengan nama Tom Carvel ini memulai hidupnya dengan menjual es krim keliling menggunakan truk butut. Untuk modal usahanya, dia meminjam uang sebesar 15 Dollar pada istrinya. Karena sempat mogok di depan sebuah toko kerajinan kecil, maka Tom pun menjual es krimnya di depan toko tersebut. Hasilnya, dalam dua hari es krim dalam truknya habis terjual! Dua tahun setelah kejadian itu, toko kerajinan itu ia beli, dan dijadikan gerai es krim pertamanya.
Selain terkenal sebagai pebisnis handal, Tom dianggap sebagai pelopor sistem franchise di Amerika. Keunikan Carvel yang terkenal dan laris sejak tahun 1934 adalah produk ice-cakenya. Yang terbuat dari campuran antara es krim dan remah coklat yang lezat dalam tiap lapisannya. Fudgie The Whale, paus coklat yang diciptakan Tom untuk jadi ikon Carvel, juga bias kita nikmati dalam bentuk ice-cake lho !

Baskin Robbins

Kecintaan dan impian untuk bikin gerai es krim lah yang membuat Burt Baskin dan Irvine Robbins untuk menjalankan bisnis bareng. Kedua saudara ipar ini kemudian mendirikan Baskin-Robbins di tahun 1953, dengan slogan America’s Favorite Neighborhood Ice Cream Shop. Maksudnya supaya setiap pengunjung bias menikmati es krim dengan suasana lebih akrab dan menyenangkan.
Kalau diperhatikan, di logo Baskin-Robbins terselip angka 31. Angka itu menunjukkan jumlah rasa yang tersedia di gerai es krim ini. Angka ini juga dipakai untuk promosi. Seperti diskon 31% setiap tanggal 31.
Aneka rasa di Baskin-Robbins biasanya terinspirasi dari segala sesuatu di sekitar Burt dan Irv. Misalnya ketika Beatlemania (fans The Beatles) lahir tahun 1964, Baskin-Robbins mengeluarkan rasa  Beatle Nut lima hari kemudian. Tapi dua rasa yang wajib coba adalah Pralines ‘n Cream dan Mint Chocolate Chip, karena merupakan rasa terfavorit sepanjang masa. Mint Chocolate Chip merupakan rasa ke 31 yang diciptakan Burt dan Irv.

HHHHἂagen-Dazs  

Kenangan indah di masa kecil yang membuahkan hasil yang luar biasa. Itulah yang terjadi pada Reuben Mattus. Dari kecil dia sudah berkeliling naik kereta kuda, menjajakan es krim rumahan buatan ibunya. Bisnis es krim itu cukup maju selama 30 tahun. Namun Reuben tetap menginginkan gerai es krim miliknya sendiri.
Di tahun 1960, Reuben mendirikan HHHHἂagen-Dazs, yang dijual dengan harga cukup mahal, karena kualitas bahan bakunya yang menjanjikan. Rasanya pun hanya tiga, yaitu coklat, vanilla , dan kopi. Coklatnya asli dari Belgia, begitu pula dengan biji vanilla yang dipetik langsung dari Madagaskar. Reuben bahkan memilih nama HHHHἂagen-Dazs, dengan peta negara-negara Skandinavia di logonya untuk mengabadikan kesan mewah Eropa. Padahal HHHHἂagen-Dazs asli Amerika!
HHHHἂagen-Dazs juga diklaim sebagai pelopor es krim mewah dalam bentuk batangan setelah meluncurkan produk Ice Cream Bar di tahun 1986. Menyusul Frozen Yoghurt di tahun 1991 dan Sorbet di tahun 1993.

Ben&Jerry’s

Persahabatan antara Ben Cohen dan Jerry Greenfield sudah dimulai sejak SMP. Tepatnya ketika mereka berdua masih disebut sebagai dua murid yang paling lamban dalam pelajaran olahraga. Seperti berjodoh, selepas kuliah mereka mendapat profesi yang nyaris sama. Ben menjadi penjaja es keliling dengan mobil, sementara Jerry menjadi pelayang bagian es krim di kafetaria kampusnya.
Tahun 1977, kedua sahabat itu memutuskan menjalankan bisnis ws krim Ben&Jerry’s. Tekstur es krim yang pekat ternyata karena Ben menderita anosmia, penyakit indera perasa yang lemah. Ben terus menambahkan bahan baku dalam jumlah banyak, hingga terasa pas di lidahnya. Jerry, si pembuat resep, tak pernah protes karena dia memang sangat menyayangi sobatnya itu. Beruntung ternya resep ini laku banget! Tahun 1978, mereka membuka gerai Ben&Jerry’s pertama di Burlington, Amerika Serikat. Tak hanya itu, kedua sahabat ini juga cinta bumi. Tahun 2001, kemasan Ben&Jerry’s dibuat dari bahan yang ramah lingkungan. Mereka menyebutnya “Ecopint”. Nggak heran kalau perusahaan mereka sering dilirik untuk kerja sama dengan organisasi lingkungan.
Selain terkenal cinta bumi dengan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, Ben&Jerry’s juga dikenal karena punya campuran rasa yang unik, serta banyak topping dalam ukuran besar. Oatmeal Cookie Chunk, salah satu produknya yang popular, adalah campuran es krim kayu manis, dengan topping gandum kering dan bongkahan coklat. Rasanya nggak ada ya merek lain yang punya ramuan seheboh ini !!!! 

Dippin Dots

Hidup Curt Jones dulunya, jauh dari dunia susu atau es krim. Meski tinggal di daerah perladangan di Illinois, ketertarikan Curt lebih pada mesin. Lulus SMA, dia mengambil kuliah jurusan Mikrobiologi di Shawnee Community College di Ullin, Illinois. Ketika itulah ia belajar teknologi cryogenic, yang meng-inspirasinya membuat es krim berbentuk butiran kecil. Menurutnya, es krim berbentuk butiran itu, rasanya akan lebih kuat, dan lebih mudah mengombinasikan rasanya. Karena pemikiran itulah tahun 1988 ia mendirikan Dippin Dots.
Setiap rasa, diwakili oleh satu jenis warna. Khusus buat rasa campuran seperti Candy Bar Crunch, selain butiran vanilla dan coklat, juga ditaburi serpihan wafer coklat batangan. Serunya, selain tersedia dalam bentuk cup, kita juga bias menikmati Dippin Dots dalam bentuk bungkusan mini. Praktis !!
Karena inovasinya yang canggih itu, Curt Jones mendapat award sebagai “Entrepreneur of The Year” awards oleh Ernst&Young in 1995.